Alamat Kantor Kami

Perum Pankis Griya - Rumah No. 1

Jl. Pakis Raya, RT.01 RW.06,

Jepang Pakis, Jati, Kudus,

Jawa Tengah, Indonesia - 59342

Telepon: 0291-3339181

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Staf Admin 1 - Dewi

082223338771 / 085712999771

bagianpemesanan@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Staf Admin 2 - Fahri

082223338772 / 085712999772

spiritualpower88@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Staf Admin 3 - Intan

085362627774 / 081534994774

cs.parapsikologi@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan Negeri (KEJARI)

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini

 

Pimpinan Majelis Rasulullah Bicara Soal Mengambil Berkah

Seseorang bertanya kepada Habib Munzir Almusawa tentang mengambil berkah dari benda-benda yang telah didoakan atau mengambil berkah dari orang salih. Habib menjawab dengan hadis-hadis sahih yang patut Anda baca.

 

Habib Munzir Almusawa adalah pimpinan Majelis Rasulullah. Tulisan asli dari artikel ini bisa Anda baca di situs http://www.majelisrasulullah.org/. Di sini, kami hanya menampilkan kembali untuk memudahkan Anda dalam membaca. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

-----------------------------------------------------------------------------------------

 

PERTANYAAN

 

Assalamualaikum

 

Ya habib yang saya hormati...mohon perkenan jawaban nya

  1. Dalam usaha perdagangan, biasanya ada yang mencari pelarisan (misal dari seorang kyai), ada yang berbentuk doa, berbentuk minyak, garam,, air, dll...bagaimana ya bib hukum nya...
  2. Jika kita sowan kyai, minta doa dan keberkahan dari beliau, bagaimana hukumnya?
  3. Bib, seseorang dikatakan dukun, sehingga kita dilarang bertanya kepadanya...itu ciri-cirinya bagaimana? Karena ada juga orang islam yang mengamalkan syariat, bisa menjelaskan hal-hal yang gaib...
  4. Gimana ya bib, membedakan hal syirik dengan enggak,?

 

Terimakasih

Wassalaamu’alaikum

 

-----------------------------------------------------------------------------------------

 

JAWABAN HABIB MUNZIR

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

 

Kebahagiaan dan kesejukan rahmat nya semoga selalu menaungi hari-hari anda,

 

Saudaraku yang kumuliakan,

  1. Jika benda / air yang didoakan, maka boleh, rasul saw melakukannya, dan seluruh madzhab membolehkannya, yang dilarang adalah memperbudak jin atau mempertuannya, jika dibantu oleh jin maka boleh selama tak memperbudak dan mempertuannya.
  1. Minta doa pada orang shalih diperbolehkan dan sunnah, demikian teriwayatkan pada riwayat sahih
  1. Beda antara dukun dan shalihin, dukun adalah yang memperbudak jin atau mempertuan jin, ia mestilah dirumahnya dan wajahnya kelam menakutkan, tidak sejuk dan dama sebagaimana orang yang shalih dan banyak bersujud. Bertanya pada orang shalih boleh, karena rasul saw bersabda : hati hatilah pada firasat orang beriman, sungguh mereka melihat dengan cahaya Allah.
  1. Menyembah selain Allah hukumnya syirik, namun memperbudak jin adalah dosa besar dan bukan syirik, mempertuannya pun bisa terjeblos dalam kemusyrikan jika memuliakannya lebih dari Allah swt.

 

Berikut saya tampilkan dalil-dalil tabarruk (mengambil berkah)

 

Tabarruk

 

Banyak orang yang keliru memahami makna hakikat tabarruk dengan nabi muhammad saw, peninggalan-peninggalannya saw, ahlulbaitnya saw dan para pewarisnya yakni para ulama, para kyai dan para wali. Karena hakekat yang belum mereka pahami, mereka berani menilai kafir (sesat) atau musyrik terhadap mereka yang bertabarruk pada nabi saw atau ulama.

 

Sebagaimana firman Allah swt : “berkatalah nabi mereka pada mereka, bahwa bukti bahwa ia diberi kekuasaan adalah peti yang didalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan kalian, dan bekas bekas peninggalan keluarga musa (as) dan keluarga harun (as) yang dibawakan oleh malaikat, sungguh pada hal itu terdapat tanda tanda jika kalian benar benar beriman” (qs al baqarah 248).

 

Maka azimat (ruqyyat) dengan huruf arab merupakan hal yang diperbolehkan, selama itu tidak menduakan Allah swt. Sebagaimana dijelaskan bahwa azimat dengan tulisan ayat atau doa disebutkan pada kitab faidhulqadir juz 3 hal 192, dan tafsir imam qurtubi juz 10 hal.316/317, dan masih banyak lagi penjelasan para muhadditsin mengenai diperbolehkannya hal tersebut, karena itu semata mata adalah bertabarruk (mengambil berkah) dari ayat ayat alqur’an.

 

Mengenai azimat (ruqyyat) dengan huruf arab merupakan hal yang diperbolehkan, selama itu tidak menduakan Allah swt. Sebagaimana dijelaskan bahwa azimat dengan tulisan ayat atau doa disebutkan pd kitab faidhulqadir juz 3 hal 192, dan tafsir imam qurtubi juz 10 hal.316/317, dan masih banyak lagi penjelasan para muhadditsin mengenai diperbolehkannya hal tersebut, karena itu semata mata adalah bertabarruk (mengambil berkah) dari ayat ayat alqur’an.

 

Mengenai benda-benda keramat, maka ini perlu penjelasan yang sejelas jelasnya, bahwa benda benda keramat itu tak bisa membawa manfaat atau mudharrat, namun mungkin saja digunakan tabarrukan (mengambil berkah) dari pemiliknya dahulu, misalnya ia seorang yang shalih, maka sebagaimana diriwayatkan :

 

  1. Para sahabat seakan akan hampir saling bunuh saat berdesakan berebutan air bekas wudhunya rasulullah saw (sahih Bukhari hadits no. 186),
  1. Allah swt menjelaskan bahwa ketika ya’qub as dalam keadaan buta, lalu dilemparkanlah ke wajahnya pakaian yusuf as, maka iapun melihat, sebagaimana Allah menceritakannya dalam firman nya swt : “(berkata yusuf as pada kakak kakaknya) pergilah kalian dengan bajuku ini, lalu lemparkan kewajah ayahku, maka ia akan sembuh dari butanya” (qs yusuf 93), dan pula ayat : “maka ketika datang padanya kabar gembira itu, dan dilemparkan pada wajahnya (pakaian yusuf as) maka ia (ya’qub as) sembuh dari kebutaannya” (qs yusuf 96). Ini merupakan dalil alqur’an, bahwa benda/pakaian orang orang shalih dapat menjadi perantara kesembuhan dengan izin Allah tentunya, kita bertanya mengapa Allah sebutkan ayat sedemikian jelasnya?, apa perlunya menyebutkan sorban yusuf dengan ucapannya : pergilah kalian dengan bajuku ini, lalu lemparkan kewajah ayahku, maka ia akan sembuh dari butanya” . Untuk apa disebutkan masalah baju yang dilemparkan kewajah ayahnya?, agar kita memahami bahwa Allah swt memuliakan benda benda yang pernah bersenTuhan dengan tubuh hamba hamba nya yang shalih. Kita akan lihat dalil dalil lainnya.
  1. Setelah rasul saw wafat maka asma binti abubakar shiddiq ra menjadikan baju beliau saw sebagai pengobatan, bila ada yang sakit maka ia mencelupkan baju rasul saw itu di air lalu air itu diminumkan pada yang sakit (sahih muslim hadits no.2069).
  1. Rasul saw sendiri menjadikan air liur orang mukmin sebagai berkah untuk pengobatan, sebagaimana sabda beliau : “dengan nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin Tuhan kami” (sahih Bukhari hadits no.5413), ucapan beliau saw : “demi air liur sebagian dari kami” menunjukkan bahwa air liur orang mukmin dapat menyembuhkan penyakit, dengan izin Allah swt tentunya, sebagaimana dokter pun dapat menyembuhkan, namun dengan izin Allah pula tentunya, hadits ini menjelaskan bahwa rasul saw bertabarruk dengan air liur mukminin bahkan tanah bumi, menunjukkan bahwa pd hakikatnya seluruh ala mini membawa keberkahan dari Allah swt.
  1. Seorang sahabat meminta rasul saw shalat dirumahnya agar kemudian ia akan menjadikan bekas tempat shalat beliau saw itu mushollah dirumahnya, maka rasul saw datang kerumah orang itu dan bertanya : “dimana tempat yang kau inginkan aku shalat?”. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat shalatnya rasul saw hingga dijadikan musholla (sahih Bukhari hadits no.1130)
  1. Nabi musa as ketika akan wafat ia meminta didekatkan ke wilayah suci di palestina, menunjukkan bahwa musa as ingin dimakamkan dengan mengambil berkah pada tempat suci (sahih Bukhari hadits no.1274).
  1. Allah memuji nabi saw dan umar bin khattab ra yang menjadikan maqam ibrahim as (bukan makamnya, tetapi tempat ibrahim as berdiri dan berdoa di depan ka’bah yang dinamakan maqam ibrahim as) sebagai tempat shalat (musholla), sebagaimana firman nya : “dan mereka menjadikan tempat berdoanya ibrahim sebagai tempat shalat” (qs al imran 97), maka jelaslah bahwa Allah swt memuliakan tempat hamba hamba nya berdoa, bahkan rasul saw pun bertabarruk dengan tempat berdoanya ibrahim as, dan Allah memuji perbuatan itu.
  1. Diriwayatkan ketika rasul saw baru saja mendapat hadiah selendang pakaian bagus dari seorang wanita tua, lalu datang pula orang lain yang segera memintanya selagi pakaian itu dipakai oleh rasul saw, maka riuhlah para sahabat lainnya menegur si peminta, maka sahabat itu berkata : “aku memintanya karena mengharapkan keberkahannya ketika dipakai oleh nabi saw dan kuinginkan untuk kafanku nanti” (sahih Bukhari hadits no.5689), demikian cintanya para sahabat pada nabinya saw, sampai kain kafanpun mereka ingin yang bekas senTuhan tubuh nabi muhammad saw.
  1. Sayyidina umar bin khattab ra ketika ia telah dihadapan sakratulmaut, yaitu sebuah serangan pedang yang merobek perutnya dengan luka yang sangat lebar, beliau tersungkur roboh dan mulai tersengal sengal beliau berkata kepada putranya (abdullah bin umar ra), "pergilah pada ummulmukminin, katakan padanya aku berkirim salam hormat padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin dimakamkan disebelah makam rasul saw dan abubakar ra", maka ketika ummulmukminin telah mengizinkannya maka berkatalah umar ra : "tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu” (dimakamkan disamping makam rasul saw” (sahih Bukhari hadits no.1328). Dihadapan umar bin khattab ra kuburan nabi saw mempunyai arti yang sangat agung, hingga kuburannya pun ingin disebelah kuburan nabi saw, bahkan ia berkata : "tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu”
  1. Demikian pula abubakar shiddiq ra, yang saat rasul saw wafat maka ia membuka kain penutup wajah nabi saw lalu memeluknya dengan derai tangis seraya menciumi tubuh beliau saw dan berkata : “demi ayahku, dan engkau dan ibuku wahai rasulullah.., tiada akan Allah jadikan dua kematian atasmu, maka kematian yang telah dituliskan Allah untukmu kini telah kau lewati”. (sahih Bukhari hadits no.1184, 4187).
  1. Salim bin abdullah ra melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkata bahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah saw shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa ibn umar ra pun melakukannya. (sahih Bukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para sahabat rasul saw, bagi mereka tempat-tempat yang pernah disentuh oleh tubuh Muhammad saw tetap mulia walau telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu, demikian pengagungan mereka terhadap sang nabi saw.
  1. Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada abu muslim, wahai abu muslim, kulihat engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka abu muslim ra berkata : kulihat rasul saw shalat ditempat ini” (sahih Bukhari hadits no.480).
  1. Sebagaimana riwayat sa’ib ra, : "aku diajak oleh bibiku kepada rasul saw, seraya berkata : wahai rasulullah.., keponakanku sakit.., maka rasul saw mengusap kepalaku dan mendoakan keberkahan padaku, lalu beliau berwudhu, lalu aku meminum air dari bekas wudhu beliau saw, lalu aku berdiri dibelakang beliau dan kulihat tanda kenabian beliau saw" (sahih muslim hadits no.2345).
  1. Riwayat lain ketika dikatakan pada ubaidah ra bahwa kami memiliki rambut rasul saw, maka ia berkata: “kalau aku memiliki sehelai rambut beliau saw, maka itu lebih berharga bagiku dari dunia dan segala isinya” (sahih Bukhari hadits no.168). Demikianlah mulianya sehelai rambut nabi saw di mata sahabat, lebih agung dari dunia dan segala isinya.
  1. Diriwayatkan oleh abi jahiifah dari ayahnya, bahwa para sahabat berebutan air bekas wudhu rasul saw dan mengusap2kannya ke wajah dan kedua tangan mereka, dan mereka yang tak mendapatkannya maka mereka mengusap dari basahan tubuh sahabat lainnya yang sudah terkena bekas air wudhu rasul saw lalu mengusapkan ke wajah dan tangan mereka” (sahih Bukhari hadits no.369, demikian juga pada sahih Bukhari hadits no.5521, dan pada sahih muslim hadits no.503 dengan riwayat yang banyak).
  1. Diriwayatkan ketika Anas bin Malik ra dalam detik-detik sakratulmaut ia yang memang telah menyimpan sebuah botol berisi keringat rasul saw dan beberapa helai rambut rasul saw, maka ketika ia hampir wafat ia berwasiat agar botol itu disertakan bersamanya dalam kafan dan hanut nya (sahih Bukhari hadits no.5925)

 

Tampaknya kalau mereka ini hidup di zaman sekarang, tentulah para sahabat ini sudah dikatakan musyrik, tentu abubakar sudah dikatakan musyrik karena menangisi dan memeluk tubuh rasul saw dan berbicara pada jenazah beliau saw

 

Tentunya umar bin khattab sudah dikatakan musyrik karena di sakaratul maut bukan ingat Allah malah ingat kuburan nabi saw

 

Tentunya para sahabat sudah dikatakan musyrik dan halal darahnya, karena mengkultuskan nabi Muhammad saw dan menganggapnya Tuhan sembahan hingga berebutan air bekas wudhunya, mirip dengan kaum nasrani yang berebutan air pastor!

Nah.. Kita boleh menimbang diri kita, apakah kita sejalan dengan sahabat atau kita sejalan dengan generasi sempalan.

 

Wahai saudaraku, jangan alergi dengan kalimat syirik, syirik itu adalah bagi orang yang berkeyakinan ada Tuhan lain selain Allah, atau ada yang lebih kuat dari Allah, atau meyakini ada Tuhan yang sama dengan Allah swt. Inilah makna syirik.

 

Sebagaimana sabda nabi saw : “keberkahan adalah pada urang orang tua dan ulama kalian” (sahih ibn hibban hadits no.559)

 

Dikatakan oleh al hafidh al imam jalaluddin abdurrahman assuyuthiy menanggapi hadits yang diriwayatkan dalam sahih muslim bahwa rasul saw membaca mu’awwidzatain lalu meniupkannya ke kedua telapak tangannya, lalu mengusapkannya ke sekujur tubuh yang dapat disentuhnya, hal itu adalah tabarruk dengan nafas dan air liur yang telah dilewati bacaan Alqur’an, sebagaimana tulisan dzikir yang ditulis di bejana (untuk obat). (al jami’usshaghiir imam assuyuthiy juz 1 hal 84 hadits no.104)

 

Telah dibuktikan pula secara ilmiah oleh salah seorang profesor jepang, bahwa air itu berubah wujud bentuknya dengan hanya diucapkan padanya kalimat-kalimat tertentu, bila ucapan itu berupa cinta, terimakasih dan ucapan-ucapan indah lainnya maka air itu berubah wujudnya menjadi semakin indah, bila diperdengarkan ucapan cacian dan buruk maka air itu berubah menjadi buruk wujud bentuknya, dan bila dituliskan padanya tulisan mulia dan indah seperti terimakasih, syair cinta dan tulisan indah lainnya maka ia menjadi semakin indah wujudnya, bila dituliskan padanya ucapan caci maki dan ucapan buruk lainnya maka ia berubah buruk wujudnya, kesimpulannya bahwa air itu berubah dengan perubahan emosi orang yang di dekatnya, apakah berupa tulisan dan perkataan.

 

Keajaiban alamiah yang baru diketahui masa kini, sedangkan rasul saw dan para sahabat telah memahaminya, mereka bertabarruk dengan air yang menyentuh tubuh rasul saw, mereka bertabarruk dengan air doa yang didoakan oleh rasul saw, maka hanya mereka kaum Muslimin yang rendah pemahamannya dalam syariah inilah yang masih terus menentangnya padahal telah dibuktikan secara ilmiah, menunjukkan pemahaman mereka itulah yang jumud dan terbelakang.

 

Walillahittaufiq

Demikian saudaraku yang kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dengan segala cita-cita.

 

Habib Munzir Almusawa

Majelis Rasulullah

 

WAllahu a'lam